“Education is the passport to the future, for tomorrow belongs to those who prepare for it today.” – Malcolm X

Nama: apt. Paramita F. Soputri, S.Farm

Program Studi: Farmasi

Pekerjaan: Apoteker Penanggung Jawab di PT. Kartika Bina Medikatama

Bisa ceritakan sedikit tentang diri Anda dan kesibukan Anda saat ini?
Nama saya Paramita Fredlina Soputri lulusan S1 Farmasi Universitas Advent Indonesia tahun 2021. Saya menyelesaikan pendidikan profesi Apoteker saya dari Universitas Bhakti Kencana tahun 2023. Saat ini saya bekerja sebagai Apoteker Penanggung Jawab di PT. Kartika Bina Medikatama (Medika Plaza) dimana saya aktif menangani berbagai aspek pelayanan kefarmasian, mulai dari edukasi pasien hingga memastikan penggunaan obat yang aman dan efektif. Di luar pekerjaan, saya suka eksplor hal-hal baru yang dapat mengembangkan diri saya, baik mengikuti seminar online, workshop, olahraga, atau sekedar mencoba hobi kecil agar tetap fresh dan update tentang hal-hal yang dapat meningkatkan kompetensi saya sebagai apoteker.

Bagaimana pengalaman Anda selama kuliah di FMIPA UNAI?
Pengalaman saya di FMIPA UNAI bisa dibilang seperti roller coaster yang menyenangkan. Ada masa-masa penuh tugas dan praktikum, hari minggu yang dipenuhi dengan kelas, pulang kuliah masih harus membersihkan lab, tapi ada juga masa-masa seru bersama teman seangkatan seperti membuat piscok, praktikum bersama, fieldtrip bersama, mengerjakan tugas bersama sampai kegiatan kampus yang bikin kuliah terasa lebih hidup. Overall, banyak belajar, banyak ketawa juga.

Menurut Anda, pelajaran atau nilai apa yang paling berpengaruh dari FMIPA untuk karier atau kehidupan Anda sekarang?

Hal yang paling berpengaruh dari FMIPA untuk karier dan kehidupan saya sampai sekarang bukan hanya ketelitian, disiplin, dan problem solving, tapi juga mengajarkan bagaimana agar tetap “grounded”. Kebiasaan chapel, doa pagi, care group dan kegiatan rohani lainnya yang mengajarkan saya untuk bekerja dengan integritas, mengandalkan Tuhan dalam setiap keputusan dan melihat tantangan sebagai proses pembentukan.

Adakah dosen, mata kuliah, atau pengalaman tertentu yang berkesan selama kuliah?

Setiap dosen FMIPA UNAI memiliki kesan yang berbeda-beda, bagi saya yang paling berkesan adalah pembimbing skripsi saya, sir Reuben Suwitono dan ma’am Titin Sulastri. Walau saat itu sedang pandemi, mereka membimbing saya dengan kesabaran, perhatian, dan konsistensi yang luar biasa. Meski proses bimbingan dilakukan secara terbatas, mereka tetap menyediakan waktu, memberikan arahan yang jelas, serta memastikan saya tetap pada jalur yang benar. Dedikasi mereka menjadi salah satu faktor penting yang membuat saya dapat menyelesaikan studi dengan baik. Mata kuliah yang berkesan bagi saya itu mata kuliah Teknologi Sediaan Solid dan Teknologi Sediaan Semisolid dan Likuid, karena di mata kuliah ini lah saya mempelajari formulasi dan cara-cara dasar dalam pembuatan obat serta mata kuliah Farmakologi dimana saya banyak belajar mekanisme kerja obat yang menjadi fondasi dasar saya sampai saat ini sebagai seorang apoteker.

Apa tantangan terbesar yang Anda hadapi setelah lulus, dan bagaimana pengalaman di FMIPA membantu Anda menghadapinya?
Tantangan terbesar yang saya hadapi setelah lulus S1 adalah perjuangan untuk melanjutkan pendidikan ke Profesi Apoteker sebagai angkatan pertama dari jurusan Farmasi di FMIPA UNAI. Tidak adanya senior sebelumnya membuat banyak proses harus saya pelajari sendiri. FMIPA membantu saya terutama melalui dosen-dosen yang memberikan masukan, arahan dan dukungan, sehingga proses yang sebelumnya terasa membingungkan menjadi lebih terarah.

Bagaimana peran FMIPA dalam membentuk cara berpikir, karakter, atau profesionalisme Anda di dunia kerja?
Selain pembelajaran akademik, pegalaman saya di FMIPA dipenuhi dengan kegiatan organisasi dan juka student labour yang sangat membentuk profesionalisme. Dalam organisasi, saya belajar berkoordinasi, menyusun program, dan menghadapi berbagai karakter orang. Student labour memberikan gambaran nyata tentang etos kerja dan tanggung jawab. Melalui semua itu saya belajar mendisiplinkan diri mulai dari mengelola waktu hingga menjaga komitmen. Aspek ini menjadi bekal yang sangat berharga ketika saya memasuki dunia kerja.

Menurut Anda, apa keunggulan FMIPA UNAI dibandingkan fakultas serupa di kampus lain?

FMIPA UNAI menurut saya memiliki sentuhan nilai rohani dan karakter yang kuat. Spiritualisme yang ditanamkan selama kuliah menjadi bekal penting ketika terjun ke dunia profesionalisme. Hal ini menjadi keunggulan tersendiri dari FMIPA UNAI dibandingkan dengan fakultas sejenis di kampus lain.

Apa pesan atau saran Anda untuk mahasiswa FMIPA yang sedang menempuh studi saat ini?

Untuk teman-teman fakultas FMIPA UNAI, maksimalkan setiap kesempatan yang ada di kampus. Jangan hanya berfokus pada nilai akademik, tetapi juga bangun kebiasaan belajar yang mandiri, rasa ingin tahu yang tinggi, dan keberanian untuk mencoba hal baru, baik melalui organisasi, praktikum, maupun relasi dengan dosen dan semuanya akan menjadi modal yang sangat berharga setelah kalian lulus, karena perjalanan di FMIPA UNAI bukan hanya tentang meraih gelar, tetapi tentang membangun fondasi diri untuk masa depan.